st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”Monotype Corsiva”; panose-1:3 1 1 1 1 2 1 1 1 1; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:script; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:”"; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:35.4pt; mso-footer-margin:35.4pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

Ada sebuah kisah keluarga, suami istri yang sebelumnya hidup rukun dan damai. Malam itu sebelum tidur mereka dipusingkan oleh suara aneh ; wekkk, wekkk, wekkk dari luar rumah. Karena kurang jelasnya suara itu mereka akhirnya memperdebatkanya. Si istri menyebut suara itu adalah suara bebek tetapi si suami menyebutkan suara itu suara burung gagak. Itu burung gagak istriku….., bukan itu pasti suara bebek sayang….. Lama-kelamaan berdebatan semakin keras antara suami dan istri ini. Itu suara bebek…., bukan suara gagak…., bebek….., gagak……sampai malam mereka memperdebatkannya dan tidak ada yang mau mengalah. Sampa-sampai mereka tidak tidur gara-gara perdebatan suara aneh dari luar rumah itu.
Malam berikutnya, setelah makan malam suara aneh itu terdengar lagi, si suami bilang wah suara burung gagak mengganggu lagi. Istrinya yang masih mempercayai suara yang jelas itu suara yang kemarin, maka si istri berkata ; itu bebek suamiku…., bukan itu burung gagak istriku…. , bebek ….., gagak ……. bebek ….., gagak …… Dua-duanya masih pada pendirianya masing-masing dan tidak ada yang mau mengalah lagi.
Tiba-tiba setelah mereka terdiam dan merenung untuk beberapa saat, si suami akhirnya mengalah dan berkata ; ya.. benar istriku itu suara bebek, bukan suara gagak. Si istri akhirnya tersenyum melihat ucapan suaminya, dan berkata juga kepada suaminya ; bukan istriku itu suara burung gagak, jelas sekali suamiku itu suara burung gagak. Si suami tersenyum simpul dan memeluk istrinya dan berkata mari kita tidur istriku, tidak ada lagi yang perlu diperdebatkan!
Terkadang kita sombong dan ego kita berlebihan, tidak mau mengalah untuk beberapa masalah bahkan masalah sekecil apapun. Hanya ketulusan untuk merundukkan hati walaupun sedikit, keadaan akan menjadi damai dan indah.. Mengalah bukan berarti kalah, bahkan mengalah akan mencairkan masalah dan akhirnya menjadi kemenangan. Kita terkadang dituntut untuk mengalah agar semuanya bisa sadar, damai dan indah. Baik dalam pekerjaan, masyarakat dan yang utama dalam KELUARGA.
belajar mengalah (Moel)