Ada seekor induk ayam yang menemukan sebuah telur. Walaupun ia tahu bahwa telur itu adalah telur seekor rajawali, telur itu tetap dieraminya bersama telur induk ayam yang lain. Setelah beberapa hari ia menetaslah telur-telur itu dan si induk ayam membesarkan semua anak-anaknya dengan senang hati. Dalam berjalannya waktu sianak rajawali ini bingung kenapa dirinya lain dengan anak ayam yang lainnya ia bertanya kenapa ia tidak bisa cari makan seperti anak ayam yang lainnya, apakah saya ini ayam atau rajawali? Kalau anak rajawali bertanya demikian ibu ayam selalu mengatakan bahwa kamu itu anak ayam bukan rajawali makanya kamu tidak bisa terbang. Anak rajawali hanya bisa menerima saja apa yang dikatakan ibunya, bahwa ia adalah anak ayam.
Tiba-tiba datanglah badai yang hebat, banyak rajawali yang terbang meninggalkan tempat itu dan selamat, tetapiĀ banyak ayam yang tidak bisa lari dari tempat itu dan akhirnya mengalami malapetaka badai. Di penghujung kematiannya si anak rajawali bertanya lagi kepada ibu ayam, “Siapakah sebenarnya aku ini bu?” Ibu ayam menjawab, “kamu ini sebenarnya adalah an..an.. dan akhirnya belum selesai bicara ibu ayam tadi meninggal. Dan tidak lama kemudian anak rajawali tadi juga meninggal dan meninggal sebagai anak ayam.
Anak adalah titipan Allah yang maha agung, didiklah anak sesuai perkembanganya. Jangan sekali-kali mengatakan bahwa anak bodoh, goblok, begok, dll, itu akan dibawa anak sampai dewasa nanti. Lebih baik mengatakan kamu ‘belum berhasil’, ‘belum bisa’, itu malah akan memberikan semangat bagi si-anak. Karena anak rajawali selalu dikatakan ibu ayam bahwa dia itu anak ayam maka dia melakukan kegiatan seolah-olah seperti seekor ayam. Coba kalau sejak kecil ibu ayam mengatakan bahwa dia adalah seekor rajawali pasti dia bisa terbang dan selamat dari badai.