Hari sumpah pemuda dan hari pahlawan semakin lama semakin pudar. Generasi muda tampaknya sudah tidak ingat lagi dengan sumpah pemuda yang pernah dikumandangkan pada tanggal 28 oktober 28. Bahkan mereka juga sudah tidak ingat lagi dengan jasa-jasa para pahlawan. Pada hal tanpa beliu yang pernah gugur baik para pahlawan dan para pemuda kita mungkin masih terjajah oleh bangsa asing.
Sumpah atau janji para pemuda yang seharusnya diperbaharui setiap tahun agar selalu ingat akan janji-janji persatuan, kini mungkin para pemuda juga sudah lupa akan isi dari sumpah pemuda.
Tidak ada yang perlu disalahkan selain mengoreksi diri sendiri, tetapi pada dasarnya pembinaan sekolah baik di jenjang SD, SMP, SMA sangatlah perlu sekali. Sekolah yang seharusnya menjadi pilar generasi muda penerus bangsa sudah lupa akan hari-hari nasional. Ini bisa dilihat dari berapa sekolah yang memperingati hari sumpah pemuda dan hari pahlawan. Mungkin hanya 30% yang memperingati dengan upacara bendera atau dengan cara-cara lain. Apalagi sekolah-sekolah swasta di Jakarta. Peran guru sejarah, kepala sekolah dan yayasan sangatlah perlu. Sekolah swasta tampaknya malas dengan yang berhubungan dengan permerintah, mereka hanya mengedepankan pengetahuan (knowlage), tetapi lupa akan sejarah. Berarti sekolah yang seperti itu sudah tidak menghargai jasa-jasa pahlawan (kwalat).
Kasihan pahlawanku ;
yang tidak melupakanmu ;
Moeljanto